Skip to main content

Perkembangan Islam di Afrika

 Kehadiran agama Islam di Afrika tidak bisa di lepaskan dari sejarah Hijrah Rosululloh di awal kenabian. Pada tahun ke-5 dari kenabian, Rasulullah Saw. memerintahkan beberapa orang sahabatnya (berjumlah 15 orang: 11 laki-laki dan 4 wanita) untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia). Hijrah ini dipimpin oleh Usman bin Maz’un yang bertujuan untuk menghindari penyiksaan-penyiksaan dan menyelamatkan diri dari kaum kafir Quraisy serta mendakwahkan agama Islam. Selain itu, pada sekitar tahun ke-6 Hijrah, Nabi Muhammad Saw. mengutus sahabatnya Hatib bin Abi Balta’ah untuk menyampaikan surat dakwah (seruan masuk Islam) kepada Muqauqis (penguasa Mesir, Gubernur Romawi Timur).

Perkembangan Islam di wilayah Afrika pada masa khalifah Umar bin Khattab. Pada tahun 640 M, Islam sudah masuk ke Mesir dibawa Amru bin Ash dan berkembang ke wilayah Barqah dan Tripoli pada masa khalifah Usman bin Affan. Pada tahun 708 M pada awal pemerintahan Walid Bin Abdul Malik kepemimpinan Afrika Utara dibawah kepemimpinan Musa bin Nushair Afrika Utara mengalami perubahan social dan politik yang cukup signifikan, penyebaran dakwah Islam berhasil sangat luar biasa. Itulah sebabnya, Sebagian sejarawan menganggap Musa bin Nusair sebagai penakluk yang sesungguhnya atas Afrika Utara.

Sementara itu, Islam juga telah mencapai wilayah Afrika Barat pada masa kepemimpinan Uqbah. Wilayah sub-Sahara ini memang pernah menjadi saksi kejayaan peradaban Islam. Di wilayah yang dikenal dengan sebutan Bilad al-Sudan itu sempat berdiri dinasti-dinasti Islam. Bahkan, di kawasan Afrika Barat juga pernah berdiri perguruan tinggi berkelas dunia, Universitas Sankore.

ISLAM DI MESIR

Sejak zaman Rasulullah Saw. sebenarnya telah menjalin hubungan baik dengan salah satu bangsawan Afrika yaitu Gubernur Mukaukis di Mesir. Hubungan itu pun berlanjut saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. Pada masa Umar bin Khattab, Mesir dapat dikuasai umat Islam dengan panglima Amru bin Ash berhasil menundukkan benteng Tondanisus di Ainun Syams, dan selanjutnya perjuangan diarahkan ke Iskandariyah, kota pelabuhan terbesar di Mesir. Setelah seluruh Mesir dikuasai Islam, diadakan perjanjian antara Amru bin Ash dengan Mukaukis, bahwa Mesir menjadi daerah tahklukan Islam. Dalam perkembangan selanjutnya Mesir menjadi daerah Islam dan penduduk Afrika banyak yang memeluk agama Islam.

Pada tahun 1372 H/1952 M, Muhammad Najib mengumumkan berdirinyaa Republik Mesir, yang sebelumnya bersifat monarki dan ia tampil sebagai presiden pertamanya. Muhammad Najib berhasil disingkirkan oleh Jamal Abdul Nasser yang memegang kekuasaan tahun 1373-1391 H/1953-1970 M. Selain itu, Mesir juga pernah dijajah Inggris sejak tahun 1299 H/1882 M dan memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1340 H/1922 M. Pada tahun 1376 H/1956 M, Mesir menghadapi permusuhan melawan tiga kekuatan, yaitu Inggris, Prancis, dan Israel. Mesir kemudian mengumumkan kesatuannya dengan Suriah pada tahun 1378-1381 H/1958-1961 M.

Pada saat ini pemeluk agama Islam di negeri ini adalah mayoritas. Dengan jumlah penduduk sebanyak 58,630,000 orang menjadikan negara ini menjadi negara dengan populasi muslim terbesar ke-7 di dunia. Mesir adalah negara yang besar jasanya bagi kemajuan umat Islam di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan. Hal ini ditandai dengan didirikannya berbagai perguruan tinggi, dan yang tertua adalah Universitas al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Jauhar al- Khatib as-Saqili pada tanggal 7 Ramadhan 361 H (22 Juni 972 M). 

Mesir juga memiliki bangunan-bangunan dengan nilai seni yang tinggi, seperti Al-Qasr Al-Garb (Istana Barat), Al-Qasr Asy-Syarq (Istana Timur), Universitas Al- Azhar, tembok yang mengelilingi istana, dan pintu-pintu gerbang yang terkenal dengan nama Bab An-Nasr (pintu kemenangan) serta Bab Al-Fath (pintu pembukaan). Di Mesir juga terdapat masjid-masjid yang megah dan indah, misalnya Masjid Al-Azhar, Masjid Maqis, Masjid Rasyidah, Masjid Aqmar, Masjid Saleh, dan Masjid Raya di Qairawan yang dibangun kembali pada tahun 862 M. Mesir juga biasa disebut: “Jumhuriyah Misr Al-Arabiyah” (Republik Arab Mesir), luas daerahnya sekitar 997,739 km

ISLAM DI ALJAZAIR

Republik Demokratik Rakyat Aljazair merupakan sebuah negara di pesisir Laut Tengah Afrika Utara. Dengan jumlah penduduk lebih dari 37 juta jiwa dan luas keseluruhan 2.381. 471 km2, Aljazair merupakan negara terluas ke-10 di dunia dan terluas di Afrika, dan di Mediterania. Negara ini berbatasan dengan Tunisia di sebelah timur-laut; Libya di sebelah timur; Maroko di sebelah barat; Sahara Barat, Mauritania, dan Mali di sebelah barat-daya; Niger di sebelah tenggara; dan Laut Tengah di sebelah utara.

Sejak dahulu bangsa Barbar telah mendiami wilayah ini maka muncullah di sana sejumlah peradaban. Romawi telah menguasai wilayah ini pada tahun 146 Sebelum Masehi. Kemudian secara berturut-turut dikuasai oleh orang-orang Jerman dan Byzantium. Islam masuk ke Aljazair bersamaan dengan masuknya Islam ke Tunisia. Pada abad ke-5 H/11 M, kabilah-kabilah Bani Hilal yang berbahasa Arab telah hijrah ke sana. Penduduk asli mereka adalah orang Barbar Dalam sejarahnya, secara berturut-turut kerajaan Islam telah berkuasa di Aljazair, mulai dari Dinasti Umayah, Dinasti Abbasiyah, Khawarij, dan Dinasti Murabitun, serta Dinasti al-Muwahhidun. Setelah itu, Aljazair berada di bawah kekuasaan Turki Usmani sejak 922 H/1516 M dan berlangsung hingga tahun 1246 H/1830 M, ketika akhirnya orang-orang Perancis berhasil menjajah wilayah ini. 

Sejak Aljazair dijajah Perancis, sekitar tahun 1255-1264 H/1839-1847 M, timbul gerakan perlawanan mengusir penjajah Prancis yang dipimpin seorang tokoh pejuang, Amir Abdul Qadir. Perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan dicapainya kemerdekaan Aljazair pada tahun 1382 H/1962 M setelah 130 tahun dijajah Prancis.

Presiden pertama adalah Ahmad bin Bella (1382-1385 H/1962-1965 M), lalu digulingkan oleh Kolonel Hawari Baumidin pada tahun 1385-1399 H/1965-1978 M. Setelah wafat, ia digantikan oleh Syadzali bin Jadid (1399 H/1978 M). Pada masanya terjadi krisis politik dan menyebabkan diselenggarakan pemilu pada tahun 1412 H/1992 M. Partai FIS (Front Pembebasan Islam) memenangkan pemilu putaran pertama. Tetapi militer menolak hasil pemilu sehingga terjadi kekacaun politik di negeri ini. Akhirnya, pemilu ditunda dan krisis politik terus berkepanjangan. 

Semenjak tahun 1980, Aljazair memasuki masa kebangkitan Islam, hal itu ditandai atas semangat kehidupan beragama yang meningkat. Berdasarkan kongres partai tunggal di Aljazair, yakni The National Liberation Front (Front Pembebasan Nasional) pada tanggal 27 – 31 Januari 1979, maka diadakan kegiatan-kegiatan: 

- Mendirikan “Pusat Latihan Imam” di Meftah, sebelah Utara Al-Jir.

- Membangun Universitas Teknik Ultra Modern di Oran;

- Mendirikan pusat perdagangan Ultra modern di Oran;

- Membangun pusat perdagangan serta kebudayaan Riyad Al-Feth

- Pembangunan masjid-masjid.

Di Aljazair juga terdapat Kementerian Agama (Wizarah as-Syu’un al-Diniyah) yang tugas utamanya mengembangkan studi Islam dan mengenalkan tradisi Islam serta ideologi Islam. Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan seminar tentang pemikiran Islam yang pertama di Batna (1969), kedua di Aures (1978), dan ketiga di Al-Jir (1980).

ISLAM DI SUDAN

Sejarah masuknya Islam ke Sudan dimulai saat Amru bin Ash berhasil menaklukkan Mesir. Dia mengirim Abdullah bin Saad bin Abi Sarah ke negeri yang berada di putaran selatan ini. Pada tahun 31 H, Abdullah bin Sa’ad tiba di Dungalah. Mulailah kabilah-kabilah Arab ini berangkat menuju Sudan Sekitar tahun 132 H/750 M, sebanyak seribu orang Bani Umayyah melarikan diri ke Sudan, saat terjadinya penyerangan Bani Abbasiyah terhadap Penguasa Bani Umayyah.

Pada abad ke-2 H/8 M, umat Islam berhasil menguasai kerajaan-kerajaan Nasrani di Sudan, seperti Kesultanan az-Zarqa atau Kerajaan Fuwang yang beribu kota di Sinar antara tahun 911-1237 H/1505-1821 M. Kesultanan ini merupakan kerajaan Islam terbesar yang pernah berdiri di Sudan. Selain itu, ada Kerajaan Fauri dengan ibu kotanya Tarah. Pasca runtuhnya Kesultanan az-Zarqa, pada masa pemerintahan Muhammad Ali Pasha, Mesir pernah menguasai Sudan pada tahun 1236 H/1821 M. Akan tetapi, mereka tetap bertahan hingga berdirinya pemerintahan Mahdiyah di bawah pimpinan Muhammad Ahmad al-Mahdi (1299-1317 H/1881- 1899 M).

Perkembangan Islam di Sudan dapat diperhatikan semenjak negara ini mengumumkan kemerdekaannya pada tahun 1376 H/1956 M di bawah pimpinan Ismail Azhari, kemudian diikuti oleh pemerintahan Adullah Khalil pada 1957 M. Sesudah kudeta militer, negara ini dipimpin oleh Fariq Ibrahim Abboud tahun 1958- 1963 M. Revolusi rakyat bawah tanah dilakukan oleh rakyat yang mengakibatkan kekuasaan diambil alih oleh al-Khatmi Khalifah tahun 1965-1969 M.

Pada tahun 1389 H/1969 M terjadi kudeta militer yang dipimpin oleh Ja'far Numairi. la berkuasa mulai tahun 1969-1.985 yang berhasil dijatuhkan oleh revolusi rakyat. Gerakan Ikhwanul Muslimin memiliki basis kuat di Sudan. Untuk memiliki pernimpin defenitif, pada tahun 1986 M diselenggarakan pemilihan umum untuk memilih presiden. Dalam pemilihan umum itu dimenangkan oleh Ahmad Mirghani. Namun demikian, kemudian terjadi kudeta militer di bawah pimpinan Umar Hasan Ahmad Basyir. Ia memenangkan pemilihan umum pada tahun 1417 H/ 1996 M dan ditetapkan sebagai presiden.


Comments

Popular posts from this blog

Kebudayaan dan Kondisi Masyarakat Madinah Sebelum Islam

  Kebudayaan dan Kondisi Masyarakat Madinah Sebelum Islam Madinah pada mulanya bernama Yasrib, dinamakan Yasrib karena orang pertama yang tinggal di kota ini bernama Yasrib bin Qa’id bin Ubail bin Aus bin Amaliq bin Lawudz bin Iram, salah seorang anak keturunan Sam, putra Nabi Nuh a.s. kota ini sudah terbentuk kurang lebih 1600 tahun sebelum masehi. Kota Yasrib berjarak sekitar 300 mil sebelah utara kota Makkah, merupakan kota yang makmur dan subur dengan pertaniannya. Sebagai pusat pertanian, kota ini menjadi menarik bagi penduduk kota lain untuk berpindah kesana. Kota Yasrib dikelilingi oleh gunung berbatu, disini terdapat banyak lembah, atau yang paling terkenal dengan nama Wadi. Persawahan dan perkebunan yang subur menjadi sandaran hidup penduduk setempat. Penghasilan terbesarnya adalah anggur dan kurma, tidak mengherankan jika kurma terbaik di dunia terdapat di kota ini. Luas kota Yasrib kala itu hanya sekitar 15 km dan sekarang sudah berkembang menjadi 293 km dengan batas...

Sejarah Ilmu Kalam

SEJARAH ILMU KALAM A.       Aqidah dari Masa ke Masa 1.        Aqidah Masa Rasulullah Ketika Nabi Muhammad Saw. masih hidup, umat Islam masih bersatu-padu, belum ada aliran-aliran/firqah. Apabila terjadi perbedaan pemahaman terhadap suatu persoalan, maka para sahabat langsung berkonsultasi kepada Nabi. Dengan petunjuk Nabi tersebut, maka segala persoalan dapat diselesaikan dan para sahabat mematuhinya. Semangat persatuan sangat dijaga oleh para sahabat, karena selalu berpegang kepada firman Allah:   وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ Artinya: “Dan taatilah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, karena semua itu akan menyebabkan kalian gagal”. (QS. Al-Anfâl [8]: 46) Para sahabat dilarang oleh Rasulullah Saw. memperdebatkan sesuatu yang dapat memicu perpecahan. Sehingga pada masa ini, corak aqidah bersifat monopolitik, y...